Kunjungan Ke Rukun Senior Living: Lansia Butuh Kegiatannya Sendiri

Pengurus Indonesia Ramah Lansia berkunjung ke Rukun Senior Living di Sentul, Bogor Jawa Barat, pada 25 Oktober 2025 lalu. Dalam perberbincang dengan Emir Fachry, CEO Rukun Senior Living, terungkap bahwa pemahaman membiarkan orang tua tinggal di Senior Living masih dianggap kualat dan menelantarkan orang tua. Padahal, lansia juga butuh kegiatannya sendiri. Dengan bergabung di Senior Living, justru lansia bisa mengikuti banyak kegiatan, mulai bersosialisasi dengan seusianya, melukis, kerajinan keramik (Pottery), hingga senam air.

Dr Soeharijanto Ary Soekardi, Direktur Representatif Ramah Lansia Indonesia Provinsi DKI Jakarta, pun mendukung pernyataan itu. Lansia harus terus aktif, produktif.

Emir menambahkan bahwa orang tua yang saat ini menjalani generasi sandwich mulai berpikir bahwa mereka nantinya tidak ingin menjadi beban anak-anaknya. Sehingga banyak yang mulai berpikir suatu saat untuk tinggal di Senior Living. Saat ini pun, warga di Rukun Senior Living masih ada yang aktif bekerja sebagai dosen.

Bagaimana menurut Aa Teteh sekalian, apakah benar tinggal di senior living adalah bentuk penelantaran anak kepada orang tua, atau justru bentuk kasih sayangnya kepada orang tua agar mereka mendapatkan lingkungan yang tepat buat mereka?